MANAJEMEN KELAS

Senin, 11 Februari 2013

materi bola tangan


BOLA TANGAN

1.       Permainan di dalam gedung popular terutama di Eropa dimainkan oleh 2 regu dengan 7 orang setiap regunya. Dapat dinamakan oleh putra maupun putrid. Ukuran lapangan lebar 18-21 m, panjang 38-44 m. ukuran tiang gawang 2 m, tinggi dan lebar 3 m.
2.       Permainan di luar gedung suatu cabang olahraga yang dimainkan oleh dua regu masing-masing regu terdiri dari 11 orang 1) Penjaga gawang, 2 penjaga belakang, 3 gelandang, 5 pengarang. Tujuan dari setiap regu adalah memasukan  bola kedalam gawang lawan dan menjaga agar gawang sendiri tidak kemasukan bola. Bola dimainkan dengan tangan dengan cara melempar, menggiring, mengetik, menggelindingkan dengan ketentuan bola tidak boleh kena kaki.
Cara menggiring bola dengan memantulkan bola setiap tiga langkah, menurut Van Ley permainan ini mulai berkembang 1892. dilakukan oleh anak-anak dari kopenliagen sebagai pengganti permainan bola kaki 1982. dipertunjukan pada pembukaan Olimpiade IX di Amsterdam. Di Indonesia pernah dipertandingkan dalam PON II 1951 di Jakarta. Lapangan permainan berukuran lebar 55-65 m, panjang 90-110 m, lingkaran lemparan 13 m dari titik tengah gawang, garis luar  di lapangan (Ing : of side) 35 m dari garis akhir, dan titik lemparan hukuman 14 m dari titik tengah gawang, lebar gawang 7,32 m dan tinggi 2,44 m. lama permainan 2x30 menit dengan istirahat 10 menit.
Bola tangan (Cara Amerika) belum berkembang di Indonesia. Dimainkan di lapangan berdinding satu atau empat. Dapat dimainkan dengan single atau double. Permainan ini menggunakan bola kecil besar bola kasti yang dulunya dibuat dari kulit yang dijahit, sekarang bola dibuat dan kulit seperti campuran kulit dan karet yang keras dan berisi udara. Cara memainkannya dengan memukul bola dengan tangan yang menggunakan sarung dari kulit (glove) ke dinding. Bola dipukul terus menerus bergantian sampai ada pemain yang tidak dapat mengembalikan bola dengan betul.
3.       Teknik Dasar
Teknik dasar meliputi:
·         Teknik menembak dari luar garis gawang
·         Teknik menembak sambil melayang (Flying shoot)
·         Teknik menghadang lawan

  1. Teknik menembak dari luar garis gawang
Tujuan utama untuk melakukan tembakan ke arah gawang adalah supaya bola masuk ke gawang lawan. Agar dapat mencapai tujuan di atas lemparan harus keras, terarah dan dapat mengecoh penjaga gawang. Menembak ke arah gawang dalam permainan bola tangan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :
·         Menembak dengan menggunakan satu tangan.
·         Menembak dengan menggunakan dua tangan.

Menembak dengan satu tangan.
Menembak dengan satu tangan lebih menguntungkan dibandingkan dengan menembak dengan menggunakan dua tangan. Hal ini disebabkan karena dengan menggunakan satu tangan bola akan lebih kencang melaju dan dapat mengecoh penjaga gawang. Cara melakukan lemparan satu tangan ke arah gawang yang paling efeklif adalah lemparan dari samping kepala (juvelin pass), dan lemparan dari samping badan (side atau base ball pass).
Menembak ke arah gawang dengan menggunakan teknik lemparan dari samping kepala dapat dilakukan sebagai berikut :
·         Berdiri di luar garis daerah gawang.
·         Bola dipegang oleh tangan lempar (kanan) di belakang kepala
·         Kaki kiri berada di depan, kaki kanan di belakang sebagai tumpuan berat badan.
·         Dada menghadap ke arah sasaran.
·         Tangan kiri tergantung rileks di depan dada.
·         Saat mengayunkan tangan kanan yang hendak melempar, pindah­kan berat badan pada kaki depan (kiri) dan tarik bahu kiri ke arah belakang.
·         Bola dilepas dengan lecutan (gaya dorongan) pergelangan tangan.

Perhatikan gambar 3.7 di bawah ini.
Cara melakukan lemparan ke gawang dengan base ball pass.
·         Berdiri di luar garis daerah gawang.
·         Bola dipegang oleh tangan pelempar (kanan), lurus sejajar de­ngan bahu di samping badan.
·         Tangan kiri diangkat setinggi bahu dengann siku menghadap arah sasaran, sedangkan lengan bawah tergantung rileks di depan dada.








Gambar 3.7. Menembak ke gawang dengan juvelin pass.

·      Kaki kiri diluruskan di depan sehingga hanya ujung kaki yang kontak (bersentuhan) dengan tanah.
·      Kaki kanan menghadap ke arah depan badan dengan lutut tertekuk dalam. Sehingga bahu kiri lebih tinggi dari bahu kanan.










Gambar 3.8. Menembak ke gawang dengan base ball pass.

·         Badan condong ke arah samping badan.
·         Saat mengayunkan tangan kanan hendak melempar, pindahkan berat badan ke kaki kiri. Kemudian tarik bahu kiri ke arah bela­kang dengan memutar pinggang.
·         Lepaskan bola dengan lecutan pergelangan tangan, seperti gam­bar 3.8 di atas.
Teknik melempar ke arah gawang dengan menggunakan kedua tangan, dapat menggunakan teknik 'over head pass' dan 'chest pass'. Sedangkan teknik 'under hand pass' kurang tepat digunakan untuk menciptakan gol, karena bola tidak cepat lajunya dan cenderung melambung tinggi. Cara melakukan lemparan dengan dua tangan (lihat buku jilid I hal. 56) sama halnya dengan cara mengoper bola kepada teman. Akan tetapi jika digunakan untuk melakukan lemparan ke arah gawang usahakan bola jauh dari jangkauan penjaga gawang.
Kedua teknik di atas yaitu menggunakan satu atau dua tangan dapat divariasikan, dengan memantulkan bola lebih dahulu di depan gawang agar penjaga gawang terkecoh dan salah langkah.

  1. Teknik menemhak sambil melayang (Flying shoot)
Menembak sambil melayang adalah suatu cara memasukkan bola ke gawang yang paling menguntungkan. Karena penjaga gawang susah menembak arah lemparan dan jarak lemparan akan lebih dekat ke gawang lawan. Menembak sambil melayang dapat dilakukan dengan dua cara ya­itu :
·         Menembak sambil melayang setelah menerima operan.
·         Menembak sambil melayang-setelah menyelesaikan drible.
Cara menembak sambil melayang setelah menerima operan melam­bung dapat dilakukan sebagai berikut :
a.       Lakukan tolakan dengan satu kaki untuk menangkap bola di udara.
b.       Bola dipegang dengan dua tangan dan mendarat dengan salah satu kaki, dilanjutkan dengan melakukan dua langkah berikutnya.
c.       Kaki yang tadinya mendarat lebih dahulu digunakan untuk menolak ke arah depan.
d.      Pada saat badan melayang pindahkan bola pada tangan lemparan agak ditarik ke belakang
e.       Kemudian lecutkan (dorongkan) tangan lempar ke depan dengan memutar pinggang ke arah kiri serta menarik bahu ke belakang.
f.        Lemparan dilakukan dengan melecutkan pergelangan tangan.
Menembak sambil melayang dapat juga dilakukan tanpa langkah permulaan (awalan). Misalnya teman kita mengumpan bola di atas daerah gawang lawan. Maka penembak melakukan lompatan dari luar garis dae­rah gawang dan langsung melakukan tembakan setelah menagkap bola.








Gambar 3.9. Langkah-langkah menembak sambil melayang.
Cara menembak sambil melayang setelah menyelesaikan dribble bola da­pat dilakukan dengan tahapan berikut ini :
·         Jika ingin melakukan tolakan dengan kaki kiri, maka pada saat kaki kiri menapak bersamaan dengan itu bola dipantulkan ke lantai. Kemudian ditangkap pada saat hendak melangkahkan kaki kanan ke de­pan.
·         Setelah kaki kanan melangkah, lanjutkan dengan langkah kaki kiri yang panjang untuk tolakan.
·         Pada saat badan melayang lakukan persiapan untuk melemparkan bola.
·         Bola dilemparkan pada saat mendarat, jadi bersamaan dengan men­daratnya kedua kaki.







Gamhar 3.10. Posisi badan pada saat melayang.

  1. Teknik menghadang iitwan
Tujuan teknik menghadang lawan adalah :
·         Mencegah lawan memasuki (mendekati) jarak lempar ke gawang. Merebut bola.
·         Mengusahakan lawan melakukan operan atau tembakan sesulit mung­kin.
·         Teknik penjagaan terhadap lawan harus memperhatikan peraturan bola tangan, sehingga tidak menyalahi peraturan tersebut. Prinsip penja­gaan dalam bola tangan adalah sebagai berikut :

a.       Menempatkan diri antara lawan dengan gawang sendiri.
b.       Merampas bola dari tangan lawan hanya menggunakan satu tangan secara terbuka.
c.       Menghadang laju lari lawan hanya dengan tubuh.
d.      Posisi jaga terhadap lawan tergantung jauh dekatnya lawan terhadap gawang. Makin dekat lawan ke gawang kita maka lawan harus dijaga lebih ketat atau rapat.

Dalam penjagaan lawan ini harus dilakukan baik lawan sedang meme­gang bola atau tanpa bola. Menjaga lawan yang tidak memegang bola harus memperhatikan kemungkinan lawan yang kita jaga mendapat operan dari temannya. Sehingga posisi jaga harus berada di samping lawan agar dapat mengawasi gerak bola, tetapi tidak meninggalkan prinsip jaga di atas. Dengan demikian kita dapat memotong laju gerak bola lawan yang kita jaga mendapat operan dari temannya.







 








Gambar 3.11. Sikap penjagaan bola tangan.

  1. Peraturan permainan bola tangan
a.       Peraturan untuk menjaga gawang
    • Dapat memainkan bola dengan segala cara kecuali kaki.
    • Dilarang menahan bola lebih dari 3 detik.
    • Dapat berjalan membawa bola di daerah gawang.
    • Dilarang meninggalkan daerah gawang dengan membawa bola,
b.       Terjadinya  gol
    • Bola dianggap ialah memasuki gawang apabila seluruh bagian bola telah melewati garis gawang antara dua tiang gawang, dan di bawah mistar gawang dengan suatu lemparan yang sah.
    • Setelah terjadi gol permainan dilanjutkan dengan lemparan awal dari titik tengah lapangan oleh regu yang kebobolan.
c.       Off  Side
    • Regu jaga dikenakan 'off side' apabila di daerah off side terdapat lebih dari 7 orang pemain bertahan. Termasuk penjaga gawang, pada saat bola dikuasai regu bertahan.
    • Regu penyerang dikenakan Peraturan 'off side' apabila dalam daerah           off side lawan terdapat lebih dari 6 orang pemain penyerang pada saat regunya menguasi bola,
d.       Sikup terhadap lawan
1.       Dibenarkan jika :
-          Mengambil bola dari tangan lawan dengan satu tangan terbuka.
-          Merintangi lawan dengan tubuh.
-          Menggerakkan diri terhadap tangan lawan yang terbuka.
2.       Dilarang jika :
-          Merampas bola dengan satu atau dua tangan secara kasar seperti memukul bola yang sedang dipegang oleh lawan.
-          Merintangi jalan pemain dengan tangan, kaki.
-          Menahan lawan dengan menjepit, memukul, melompat terhadap lawan, menjatuhkan diri terhadap lawan atau dengan cara lain yang membahayakan.
-          Mendesak atau mendorong lawan ke dalam daerah gawang.
-          Dengan sengaja melemparkan bola ke badan lawan untuk mencari keuntungan dari situasi permainan atau mau mencelakakan lawan.
e.       Lemparan ke dalam
    • Lemparan harus dilakukan di tempat kejadian.
    • Harus dilakukan dengan cara :
-          Kedua kaki harus bertumpu di luar garis, tidak dapat terangkat dari tanah.
-          Lemparan harus dengan dua tangan di mana ayunan dari belakang berada di atas kepala ke depan.
f.         Lemparan sudut
    • Terjadi bila bola keluar melalui garis gawang di mana yang menyentuh bola terakhir adalah pemain bertahan. Kecuali di antara dua tiang gawang dan di bawah mistar gawang dinyatakan gol.
    • Lemparan sudut dilakukan dari titik pertemuan antara garis gawang dengan garis samping.
    • Lemparan sudut dapat langsung menciptakan gol.    
g.       Lemparan gawang
    • Terjadi bila penyerang mengeluarkan bola dari garis gawang, ke­cuali di antara dua tiang gawang dan mistar gawang.
    • Dilakukan oleh penjaga gawang dari daerah gawang.
    • Semua penyerang harus berada di luar daerah lemparan bebas.
h.       Lemparan bebas
    • Dilakukan di tempat terjadinya pelanggaran.
    • Selain pelempar, semua penyerang harus ada di luar daerah lemparan bebas. Sedangkan pemain bertahan dapat berada di garis lemparan bebas.
    • Lemparan bebas dapat langsung menciptakan gol.
i.         Lemparan 14 meter
    • Pelempar tidak boleh melewati garis lemparan 14 meter sebelum melepaskan bola.
    • Harus langsung dilemparkan ke arah gawang.
    • Salah satu kaki harus tetap kontak ke tanah pada saat melempar.
    • Seluruh pemain harus keluar dari daerah antara garis lemparan gawang dengan garis lemparan bebas, kecuali pelempar.
    • Penjaga gawang dapat berdiri bebas dengan ketentuan tidak lebih dekat dari 6 meter dalam garis lemparan 14 meter.
    • Apabila penyerang mendekati garis gawang sebelum bola lepas dari tangan pelempar maka :
-          Jika terjadi gol maka lemparan harus di ulang.
-          Jika bola tidak masuk gawang, maka terjadi lemparan gawang apabila bola keluar lapangan. Lemparan bebas jika bola mengenai tiang atau penjaga gawang.
    • Apabila pemain bertahan mendekati daerah gawang sebelum bola lepas dari tangan pelempar maka :
-          Jika bola masuk gawang gol dianggap sah.
-          Jika bola keluar daerah lemparan diulangi.

  1. Lemparan penjuru
Selain dari bola keluar melalui garis gawang oleh pemain bertahan (nomor f), lemparan penjuru atau lemparan sudut juga diberikan pada  satu team akibat kelalaian lawannya.
Misalnya :
-          Pemain bertahan memasuki gawang.
-          Penjaga gawang memainkan bola tidak seperti yang ditentukan (nomor a).
-          Penjaga gawang membawa bola tanpa ada usaha memainkan bola lebih dari 3 detik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar